Posted by : Unknown
Sabtu, 18 April 2015
Postingan ini menceritakan tentang perjalanan cinta seorang remaja tuk menemukan ratu hatinya, sebenarnya sih! cerita ini bukan menceritakan manisnya suatu hubungan ataupun yang lainnya, tapi lebih menceritakan tentang mirisnya seorang remaja dalam kehidupan yang serba kekurangan dalam hal ekonomi untuk menemukan cinta sejati.
CINTA??? APASIH ITU CINTA???
Gue seorang remaja yang pendiam, bisa dibilang gue cupu. karena pada saat itu juga gue belum mengerti apa itu CINTA.
Gue sekarang sekolah menengah pertama, kehidupan gue sungguh biasa-biasa saja, soalnya kebanyakan temen gue yang sebaya sudah punya pacar bahkan juga punya mantan, apalagi mantannya lebih dari satu, miris deh kehidupan gue pacar aja gak punya apalagi mantan. Gue belum punya pacar bukan karena gue gak laku, tapi karena kehidupan yang serba kurang ini, yang membuat gue gak pede ngungkapin perasaan pada cewek yang gue suka.
Bisa dibilang gue ini orangnya pemalu, bukan malu karena penampilan, iya sih memang ada sedikit, tapi pada saat itu gue malu pada keadaan, latar belakang keluarga yang hidupnya pas-pasan, Orangtua yang hanya pedagang biasa. Karena itulah yang membuat gue takut akan jatuh cinta.
Sejak SMP kelas 1,2,3 gue gak pernah namanya itu pacaran, kelihatan bodoh, gak laku sih yah, tapi ya itulah kehidupan gue pada masa-masa SMP. Sempat pada saat itu gue mengeluh akan takdir, gue mengutarakan semuanya,"Mengapa gue hidup seperti ini, kenapa gue dilahirkan dikeluarga ini?".
Tapi saat kelas 3 SMP gue mulai mengerti akan perasaan cinta. Dan pada saat itu gue menyukai seseorang. Dia cantik, Populer, dan mungkin idaman setiap cowok, tapi sayang gue gak berani mendekatinya, berbicara dengannya, apalagi berduaan dengannya. Mungkin karena kekurangan ini dan mungkin hanya mimpi bagi gue untuk memilikinya. Tapi perasaan itu tak pernah hilang. meskipun pada saat itu juga ada cewek lugu,cantik, baik dan pemalu yang menyukai gue, yang mungkin terima apa adanya.
Pada saat itu gue merasa bodoh karena mengabaikannya yang jelas-jelas mencintai gue. dan bodohnya lagi gue masih mengharapkan cewek yang jelas belum mengenal gue.
Masa-masa SMP-pun berlalu, dan sekarang gue beranjak SMA bisa dibilang masa-masa remaja. Gue harus melupakan semua masa-masa SMP yang mungkin banyak akan kenangannya.
Pada saat SMA-pumn gue masih malu akan mendekati cewek, berbicara aja masih gugup disaat berhadapan dengan orang yang gue suka, mata yang malu akan bertatapan dengannya. Lepas dari masalah SMA waktu itu. Dipikiran saya masih terbayang akan cewek tadi yang tidak mengenal gue tapi gue mencintainya. mungkin itu yang dinamakan cinta.
Saat kelas 2 SMA mungkin pada saat itu dimana gue bisa merasakan Cinta sejati, Cinta Pedih dan Cinta Mimpi, kenapa gue nyatakan seperti itu, karena pada saat itu gue dilema akan pengharapan, akan kehidupan sosial gue, akan bayangan semu.
Sejak saat itu gue mengenal cewek ia cantik, ia baik sekali. Saat itu gue mengenal pertama kali lewat media sosial yang orang bilang biro jodoh elektronik. Hari demi hari gue makin dekat dengannya.
Kenapa gue bilang "dilema akan pengharapan", Karena pada saat awal pertama masuk kesekolah, Gue mendengar sapaan dia "Hai" mungkin sejak saat itu gue jatuh cinta kembali dan gue pikir " Saya harus mendapatkannya". Disela-sela waktu luang, gue ingin bertemu dengannya, dan gue pun menghampirinya, namun apa daya ketika gue bertemu dengannya mulut yang susah untuk berbicara dan merangkai kata.
Haripun terus berlalu, dengan keadaan mulut yang masih gugup saja akan bicara dengannya, dan raga yang tak mampu untuk menghampirinya.
Ada saat dimana gue pun menyesal, saat itu juga harapanpun sirna, banyak cowok mendekatinya, dan ingin mendapatkan cintanya, disamping itu mungkin mulut tak mampu bicara karena gue sendiri belum mengalami pacaran ataupun merasakan cinta, dan raga sendiri yang tak mampu mendekat menghampiri mungkin karena keadaan gue sekarang, ketakutan gue yang tidak bisa membahagiakan karena kekurangan ini. Sedangkan cowok lain yang mendekatinya mempunyai kelebihan, sedangkan gue banyak kelemahannya. itulah masalah "Pedih" gue saat mencintainya. Sedangkan "Cinta Mimpi" mungkin hanya lewat mimpi diri ini bersamanya. karena dia sudah mencintai seseorang, tapi bukan aku.
#CNR
